Welcome to Cuma Iseng

DRBear's speaking, please keep Cuma Iseng - ing! XD

Pernah denger ga yang namanya kucing pembawa keberuntungan (maneki-neko)? Di jaman modern ini emang udah banyak yang ga percaya. Kalo gue? Percaya ga percaya. To the point aja berikut benda - benda pembawa keberuntungan :

Maneki - neko


What's that?

Maneki - neko (招き猫⁠) artinya "Beckoning Cat" yang artinya kucing pemanggil pelanggan juga biasanya dikenal sebagai Welcoming Cat , Lucky Cat , Money cat , atau Fortune Cat. Maneki - neko adalah salah satu patung yang umum di jepang. Maneki - neko biasanya terbuat dari keramik , yang katanya dapat membawa keberuntungan kepada yang punya. Terkadang , koin kecil suka hilang , karena digunakan sebagai sesajen atau pengorbanan Maneki - Neko. Seperti kita melempar koin di kolam permohonan. Kita kehilangan beberapa koin tetapi kita akan sangat beruntung! ^^


What's shape?

Maneki - neko berbentuk kucing yang tangan kanannya naik turun yang seakan akan memanggil pelanggannya (˘w˘)ʃ. Maneki - neko biasanya memakai kalung , bisa jadi sapu tangan atau syal. Tetapi biasanya berupa kalung. Kalungnya itu berwarna merah dan terbuat dari bunga merah. Maneki - neko juga biasanya diberi celemek atau dalam bahasa jepangnya adalah "hichirimen" yang sangat populer di zaman edo dan lonceng kecil yang biasanya digunakan untuk melacak atau menandai kucing di zaman edi. Ketiga barang tersebut biasanya imitasi sebagai perumpamaan bentuk kucing rumahan (biasanya) di zaman edo. Maneki - neko biasanya juga diberi hiasan koin emas yang dikenal dengan sebutan koban (小判⁠) di jepang. Pada zaman edo koin emas tersebut biasanya diikat di kucing dan dipercaya membawa keberuntungan. Jadi tidak mengejutkan jika maneki - neko terdapat koin emasnya. Maneki - neko biasanya terbuat dari keramik , tetapi maneki - neko juga dapat dibuat dengan bahan - bahan lainnya seperti plastik yang tentu harganya lebih murah.

History

Maneki - neko pertama kali muncul di jepang pada zaman edo (1603 - 1867). Pada zaman meiji , dikatakan di suatu artikel di jepang (1876) yang berhubungan dengan maneki - neko

Selain itu ada juga cerita lain tentang maneki - neko tetapi masih agak ragu kebenarannya :

Beberapa atribusi untuk beberapa penguasa di jepang , seperti Oda Nobunaga dan samurai Li Naotaka, suatu hari beliau dilewati kucing , yang sepertinya kucing tersebut melambaikan tangannya kepada beliau. Melihat gerakan kucing tersebut beliau berhenti dan mendekati kucing tersebut. Dan ternyata ketika dalam perjalanan , beliau menyadari bahwa beliau dijauhkan dari jebakan yang sedang menantinya atau bisa dibilang menjadi lebih beruntung. Semenjak itu , kucing telah dijadikan atau dianggap sebagai roh kebijakan dan roh keberuntungan. Banyak kuil - kuil dan rumah - rumah di jepang menaruh patung berbentuk kucing dengan satu tangan mengangkat seperti sedang melambai. Maka maneki neko , sering juga disebut sebagai Kami Neko yang artinya dewa kucing atau roh kucing.



Beberapa ada yang mencatat kesamaan antara gerakan Maneki - Neko dengan kucing yang sedang memandikan wajahnya. Ada kepercayaan jepang bahwa jika seekor kucing memandikan atau membasuh wajahnya maka pengunjung akan segera datang. Menurut keyakinan Cina jika ada kucing membasuh atau memandikan mukanya maka akan turun hujan. Dan hujan artinya hoki menurut orang cina (pada saat imlek orang berdoa agar hujan deras supaya tahun ini diberi rezeki yang melimpah). Jadi intinya kucing yang sedang membasuh atau memandikan wajahnya maka akan membawa keberuntungan ^^

Legends and stories :O

Maneki - Neko mempunyai beberapa cerita dan legenda. Kali ini cuma ngebahas 3 yang paling populer :

The Temple Cat (Kucing Kuil) :
Kisah ini terjadi saat tuan feodal yang kaya sedang berteduh di bawah pohon dekat kuil Gotoku - ji (Tokyo bagian barat) pada saat hujan badai. Tiba - tiba ia melihat kucing milik pendeta seperti memanggil untuk diikuti. Ia pun langsung mengikutinya. Beberapa saat kemudian pohon yang diteduhi tadi ternyata tumbang karena petir. Beruntungnya dia karena mengikuti kucing milik pendeta. Oleh karena itu dia pun berteman dengan pendeta yang miskin dan kuil itu pun menjadi makmur.

The Courtesan (Pelacur) :
Suatu hari ada seorang pelacur bernama Usugumo. Usugumo tinggal di Yoshiwara , Tokyo sebelah timur. Usugumo memelihara kucing , dia sangat menyayangi kucing tersebut. Suatu malam , kucingnya menarik - narik kimononya . Apapun yang Usugumo lakukan , kucing itu tetap menariknya. Pemilik rumah bordir itu melihatnya dan mengira bahwa kucing itu adalah jelmaan penyihir. Tanpa basa - basi dipotonglah kepala kucing itu dan kepala tersebut terpental sampai ke langit - langit. Dan mengenai seekor ular (di langit - langit) yang siap menyerang. Jadi ternyata kucing kesayangannya itu narik - narik Usugumo supaya ga digigit uler , tragis TT_TT. Usugumo sangat sedih atas kematian kucingnya. Akhirnya untuk menghiburnya salah satu dari pelanggannya membuat boneka kayu berbentuk kucing. Boneka kucing ini kemudian menjadi popouler dengan nama Maneki - Neko.

The Old Woman (Wanita Tua) :
Zaman dahulu ada seorang wanit tua yang tinggal di Imaido (Tokyo bagian timur) yang sangat miskin. Dia tinggal di rumah hanya dengan kucingnya. Hingga suatu hari dia terpaksa menjual kucingnya karena sangat miskin. Ketika malam hari ia bermimpi tentang kucingnya. Kucingnya bilang ke dia untuk membuat patung kucing yang menyerupai kucingnya dari tanah liat dan menjualnya. Wanita tua itu pun melakukan apa yang kucingnya suruh dan dia pun menjual patung tersebut. Lalu dia membuat patung kucing lebih banyak lagi , dan ternyata banyak orang yang membelinya. Akhirnya wanita tua itu pun menjadi kaya dan makmur :D


Sekian , semoga bermanfaat. Keep cuma iseng - ing! (˘w˘)ʃ

0 comments :

Posting Komentar